Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Dipuji Orang, Mengapa Hati Malah Terasa Berat?

Pernahkah kamu merasakan, setelah berhari-hari berjibaku dengan proyek sulit di kantor, akhirnya hasil kerjamu diakui? Pujian berdatangan, senyum dari atasan, t...

Dipuji Orang, Mengapa Hati Malah Terasa Berat?
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Pernahkah kamu merasakan, setelah berhari-hari berjibaku dengan proyek sulit di kantor, akhirnya hasil kerjamu diakui? Pujian berdatangan, senyum dari atasan, tepuk tangan dari rekan. Ada kelegaan, tentu. Tapi, di balik itu, pernahkah hatimu justru merasa sedikit ganjil, bahkan berat? Seolah ada beban tak terlihat yang menempel, antara takut riya', khawatir tak bisa mempertahankan, atau diam-diam merasa 'aku memang hebat'?

Fenomena ini bukanlah hal baru. Ia adalah bisikan halus yang kerap menyelinap saat kita berdiri di puncak apresiasi. Pujian, sejatinya, bisa menjadi ujian. Ia menguji kejernihan niat dan ketulusan hati. Jika tidak disikapi dengan bijak, pujian bisa memupuk 'ujub (rasa kagum pada diri sendiri) dan riya' (beramal agar dilihat orang), dua penyakit hati yang menggerogoti pahala dan keikhlasan. Hati yang tadinya bening, bisa keruh oleh fatamorgana kehebatan diri.

Rasulullah SAW, teladan kita yang sempurna, tak pernah sedikit pun tergelincir dalam 'ujub atau riya' meski beliau adalah makhluk termulia di sisi Allah. Beliau senantiasa mengajarkan untuk mengembalikan segala kebaikan kepada Sang Pemberi Kebaikan. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ุตููˆูŽุฑููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ููƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุฅูู„ูŽู‰ ู‚ูู„ููˆุจููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ููƒูู…ู’

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta benda kamu, tetapi Dia melihat kepada hati dan amalan kamu." (HR. Muslim). Hadits ini mengingatkan kita bahwa yang terpenting bukanlah pujian manusia, melainkan penilaian Allah atas kejernihan hati dan keikhlasan amal.

Imam Al-Ghazali, dalam mahakaryanya *Ihya' Ulumuddin*, secara tegas mengingatkan akan bahaya 'ujub. Beliau menjelaskan bahwa 'ujub adalah pangkal kesombongan, yang membuat seseorang lupa akan karunia Allah SWT dan mengira bahwa kebaikan itu berasal dari dirinya semata. Padahal, setiap kebaikan, setiap kemampuan, setiap nikmat yang kita terima, adalah murni anugerah dari-Nya. Ibnu 'Athaillah As-Sakandari dalam *Al-Hikam* bahkan mengajarkan, "Barangsiapa yang memuji dirimu atas sesuatu yang ada padamu, maka pujilah Dia (Allah SWT) atas sesuatu yang tidak ada padamu." Ini adalah refleksi mendalam: pujian atas kebaikan kita harusnya mengarahkan kita untuk memuji Allah SWT atas kekurangan kita yang telah ditutupi-Nya, atau atas anugerah yang tak terhingga.

Baca Juga

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

Ketika pujian datang, tugas kita adalah mengembalikan hati pada porosnya: Allah. Sadari bahwa kebaikan yang ada pada diri kita hanyalah pinjaman, sebuah titipan, atau anugerah murni dari-Nya. Allah berfirman:

ู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ููŽู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุตูŽุงุจูŽูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุณูŽูŠูู‘ุฆูŽุฉู ููŽู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ

"Segala kebaikan yang menimpamu datangnya dari Allah, dan segala keburukan yang menimpamu datangnya dari dirimu sendiri." (QS. An-Nisa: 79). Ayat ini adalah penawar paling mujarab dari racun 'ujub. Dengan menisbatkan segala kebaikan kepada Allah, kita terhindar dari jebakan ego dan justru semakin merasa kecil di hadapan keagungan-Nya.

Sikap rendah hati ini bukan berarti menolak apresiasi atau merendahkan diri secara berlebihan. Ia adalah tentang kemurnian niat, tentang memelihara mahabbah (cinta) kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW agar tetap tulus. Ketika hati kita terpaut pada pujian manusia, ia akan mudah goyah. Namun, ketika hati hanya mencari ridha Allah SWT, maka istiqomah dalam amal kebaikan, termasuk sholawat dan tadarus Al-Qur'an, akan terasa ringan dan penuh makna. Kita beramal bukan untuk dilihat, melainkan untuk mendekatkan diri pada-Nya, meneladani Rasulullah SAW, dan membersihkan hati.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an โ€” klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.