Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Kenapa Ajak Anak ke Masjid Seringkali Berujung Drama?

Jam 6 sore, azan magrib berkumandang. Kamu baru saja pulang kerja, tubuh remuk redam, dan yang ada di kepala cuma ingin rebahan. Tapi pemandangan di ruang tenga...

Kenapa Ajak Anak ke Masjid Seringkali Berujung Drama?
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam 6 sore, azan magrib berkumandang. Kamu baru saja pulang kerja, tubuh remuk redam, dan yang ada di kepala cuma ingin rebahan. Tapi pemandangan di ruang tengah justru sebaliknya: anak-anak asyik dengan gawai atau mainannya, seolah tak mendengar panggilan Tuhan. Ajakan untuk sholat, apalagi berjamaah ke masjid, seringkali disambut dengan rengekan, alasan-alasan kecil, atau bahkan penolakan terang-terangan. Hati terasa teriris, lelah fisik bercampur dengan kegelisahan batin: 'Apakah aku gagal sebagai orang tua yang membimbing mereka pada agama?'

Dalil

Allah SWT berfirman:

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا

Artinya: Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. At-Talaq: 2)

Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Artinya: Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang istiqomah, meskipun sedikit. (HR. Bukhari dan Muslim)

Keresahan ini bukan milikmu sendiri. Banyak orang tua merasakan beban yang sama. Kita ingin anak-anak mencintai sholat dan masjid, bukan menjadikannya kewajiban yang memberatkan. Namun, seringkali metode yang kita pakai justru kontraproduktif. Kita lupa bahwa menanamkan cinta butuh lebih dari sekadar perintah atau ancaman. Ia butuh sentuhan hati, kesabaran tanpa batas, dan teladan yang nyata. Imam Al-Ghazali, dalam Ihya' Ulumuddin, mengingatkan bahwa pendidikan moral dan spiritual (tarbiyah) anak harus dimulai dengan menanamkan dasar-dasar kebaikan, bukan dengan paksaan yang bisa mematikan fitrahnya.

Baca Juga

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

Memaksa anak sholat, apalagi ke masjid, tanpa menumbuhkan mahabbah (cinta) di hatinya, ibarat menyirami tanaman dengan air asin. Mungkin ia tumbuh sesaat, tapi akarnya akan rapuh. Allah SWT sendiri telah menegaskan pentingnya mendidik keluarga dalam sholat, namun juga menyertakan perintah untuk bersabar. Firman-Nya:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

'Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan shalat dan sabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.' (QS. Taha: 132)

Ayat ini bukan hanya perintah sholat, tapi juga isyarat tentang kesabaran dan keyakinan pada rezeki Allah SWT. Artinya, dalam mendidik anak, kita perlu sabar dan menyerahkan hasil akhirnya kepada-Nya, sambil terus berikhtiar dengan cara yang terbaik. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa hati anak adalah cerminan dari hati orang tuanya. Jika orang tua memancarkan ketenangan dan cinta dalam ibadah, anak akan merasakannya. Sebaliknya, jika ibadah terasa sebagai beban, anak pun akan menangkap getaran itu.

Nabi Muhammad SAW sendiri adalah teladan terbaik dalam membimbing umat, termasuk anak-anak. Beliau tidak pernah memaksa dengan kekerasan, melainkan dengan kasih sayang, keteladanan, dan kebijaksanaan. Hadits sahih riwayat Bukhari dan Muslim menyebutkan, 'Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.' Ini menunjukkan betapa besar peran orang tua dalam membentuk keyakinan dan kebiasaan anak, termasuk kebiasaan sholat dan mencintai masjid. Fitrah anak adalah suci, tugas kita adalah menjaga kesucian itu agar tetap terhubung dengan Allah SWT.

Maka, mulailah dengan langkah kecil yang konsisten: sholat berjamaah di rumah, ajak anak ke masjid bukan hanya saat sholat tapi juga untuk melihat-lihat atau ikut kegiatan ringan, ceritakan kisah-kisah Nabi SAW dan para sahabat yang mencintai masjid. Jadikan masjid sebagai tempat yang menyenangkan, bukan menakutkan. Yang terpenting, biarkan anak melihatmu sebagai orang tua yang istiqomah dalam ibadah, yang menemukan kedamaian dalam sholawat dan tadarus Al-Qur'an. Karena cinta itu menular, dan keteladanan adalah bahasa paling fasih bagi hati.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.