Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Ketika Kebencian Mengaburkan Keadilan: Hikmah Berlaku Adil Menurut Al-Ghazali

Pernahkah kamu merasa, saat berhadapan dengan rekan kerja yang perilakunya selalu membuat jengkel, atau tetangga yang seringkali memancing emosi, rasanya sulit ...

Ketika Kebencian Mengaburkan Keadilan: Hikmah Berlaku Adil Menurut Al-Ghazali
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Pernahkah kamu merasa, saat berhadapan dengan rekan kerja yang perilakunya selalu membuat jengkel, atau tetangga yang seringkali memancing emosi, rasanya sulit sekali untuk tetap objektif? Hati berbisik, 'Dia pantas mendapatkan balasan setimpal,' atau 'Biarkan saja dia merasakan akibatnya.' Bahkan ketika kita tahu persis apa yang benar dan salah, dorongan untuk memihak diri sendiri atau kelompok yang kita sukai seringkali begitu kuat, sampai keadilan terasa seperti beban yang berat. Kelelahan batin akibat pergulatan ini bisa menguras energi, membuat kita gelisah, dan perlahan merusak kedamaian hati.

Pergulatan batin semacam ini adalah ujian sejati bagi jiwa. Ia menguji apakah prinsip kebenaran dan keadilan yang kita yakini mampu melampaui batas-batas emosi dan preferensi pribadi. Dalam kerangka Ahlus Sunnah wal Jamaah, keadilan (al-'adl) bukanlah sekadar tindakan lahiriah, melainkan cerminan kematangan spiritual dan kebersihan hati. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

'Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah dan saksi yang adil. Janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.' (QS. Al-Ma'idah: 8)

Ayat ini menegaskan bahwa kebencian, betapapun kuatnya, tidak boleh menjadi penghalang bagi kita untuk berlaku adil. Ini adalah perintah yang menuntut pengendalian diri yang luar biasa, sebuah manifestasi dari tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Imam Al-Ghazali dalam karyanya yang monumental, Ihya' Ulumuddin, menjelaskan bahwa keadilan adalah salah satu pilar utama akhlak mulia. Beliau memandang al-'adl bukan hanya sebagai tindakan eksternal, melainkan sebagai keseimbangan internal jiwa (i'tidal), di mana akal sehat ('aql) mampu mengendalikan dorongan syahwat dan emosi amarah (ghadhab). Tanpa keseimbangan ini, hati akan cenderung memihak dan keadilan pun terdistorsi.

Baca Juga

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

Maka, bagaimana kita menolong diri sendiri dan orang lain dalam situasi di mana keadilan terasa berat? Rasulullah SAW bersabda:

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

'Tolonglah saudaramu, baik dia berbuat zalim maupun dizalimi.' Para sahabat bertanya, 'Wahai Rasulullah, kami akan menolongnya jika dizalimi, tapi bagaimana kami menolongnya jika berbuat zalim?' Beliau menjawab, 'Engkau mencegahnya dari berbuat zalim, itulah menolongnya.' (HR. Bukhari)

Hadits ini mengajarkan kita bahwa menolong yang zalim berarti mencegahnya dari kezaliman. Ini adalah bentuk keadilan tertinggi, yang membutuhkan keberanian untuk menegakkan kebenaran tanpa memandang suka atau tidak suka. Berlaku adil, bahkan terhadap orang yang kita tidak sukai, adalah upaya serius untuk menata hati, membersihkannya dari noda dendam, dan melatihnya agar selalu tunduk pada perintah Allah SWT. Ini adalah jalan menuju ketenangan batin yang hakiki, sebuah mahabbah yang tulus kepada Rasulullah SAW yang senantiasa mengajarkan akhlak mulia.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.