Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Ketika Kenyang Membawa Sengsara: Hikmah Sepertiga Ala Nabi SAW

Jam sembilan malam, semua pekerjaan sudah selesai, anak-anak sudah terlelap. Namun, alih-alih beristirahat atau mengisi batin, tangan justru meraih bungkus keri...

Ketika Kenyang Membawa Sengsara: Hikmah Sepertiga Ala Nabi SAW
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam sembilan malam, semua pekerjaan sudah selesai, anak-anak sudah terlelap. Namun, alih-alih beristirahat atau mengisi batin, tangan justru meraih bungkus keripik atau memesan makanan instan lagi. Perut sebenarnya tidak benar-benar lapar, tapi ada kekosongan yang ingin diisi, sebuah kelelahan batin yang dicari pelariannya dalam setiap kunyahan. Esok paginya, badan terasa berat, pikiran lamban, dan penyesalan diam-diam menggerogoti, membuat ibadah terasa hambar dan semangat kerja meredup.

Kondisi ini bukan sekadar masalah fisik, melainkan cerminan dari kegelisahan jiwa yang mencari ketenangan di tempat yang keliru. Kita sering lupa, tubuh ini adalah amanah, kendaraan bagi ruh untuk beribadah dan meraih kedekatan dengan Sang Pencipta. Jika kendaraan ini terbebani, bagaimana mungkin ia bisa melaju dengan ringan menuju tujuan hakiki? Imam Al-Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin secara tegas mengingatkan bahwa terlalu banyak makan adalah salah satu penghalang terbesar bagi hati untuk merasakan kelezatan ibadah dan mencapai kejernihan spiritual. Ia bahkan menyebutnya sebagai pintu masuk berbagai penyakit fisik dan spiritual.

Rasulullah SAW, sebagai teladan sempurna, telah memberikan panduan yang begitu bijaksana tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara kebutuhan raga dan tuntutan jiwa. Beliau mengajarkan sebuah prinsip yang sederhana namun revolusioner: mengisi perut dengan porsi yang proporsional. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah, Nabi SAW bersabda:

ู…ูŽุง ู…ูŽู„ูŽุฃูŽ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูˆูุนูŽุงุกู‹ ุดูŽุฑู‘ู‹ุง ู…ูู†ู’ ุจูŽุทู’ู†ูุŒ ุจูุญูŽุณู’ุจู ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ู„ูู‚ูŽูŠู’ู…ูŽุงุชูŒ ูŠูู‚ูู…ู’ู†ูŽ ุตูู„ู’ุจูŽู‡ูุŒ ููŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู„ูŽุง ุจูุฏู‘ูŽ ููŽุงุนูู„ู‹ุงุŒ ููŽุซูู„ูุซูŒ ู„ูุทูŽุนูŽุงู…ูู‡ูุŒ ูˆูŽุซูู„ูุซูŒ ู„ูุดูŽุฑูŽุงุจูู‡ูุŒ ูˆูŽุซูู„ูุซูŒ ู„ูู†ูŽููŽุณูู‡ู.

โ€œTidaklah anak Adam memenuhi wadah yang lebih buruk dari perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika harus mengisinya, maka sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiga untuk napasnya.โ€ (HR. Tirmidzi no. 2380, Ibnu Majah no. 3349. Dinilai hasan oleh Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin).

Baca Juga

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

Prinsip sepertiga ini bukan hanya resep diet fisik, melainkan sebuah filosofi hidup yang mengajarkan moderasi (wasathiyyah) dalam segala hal. Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Thibbun Nabawi menjelaskan bahwa menjaga porsi makan adalah kunci untuk menjaga kesehatan tubuh dan ketajaman akal. Ketika perut tidak terbebani, energi tubuh tidak terkuras habis untuk mencerna makanan berlebih, sehingga ada lebih banyak energi untuk berpikir, berzikir, dan beribadah. Ini adalah manifestasi dari firman Allah SWT:

ูˆูŽูƒูู„ููˆุง ูˆูŽุงุดู’ุฑูŽุจููˆุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุณู’ุฑููููˆุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูุญูุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุฑููููŠู†ูŽ

โ€œMakan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.โ€ (QS. Al-Aโ€™raf: 31).

Menerapkan hikmah sepertiga ini adalah langkah awal menuju pembinaan hati yang lebih baik. Ini adalah mujahadah an-nafs, perjuangan melawan hawa nafsu yang seringkali menuntut lebih dari yang dibutuhkan. Dengan mengendalikan porsi makan, kita melatih diri untuk tidak mudah tunduk pada keinginan sesaat, melainkan mendahulukan apa yang bermanfaat bagi raga dan jiwa dalam jangka panjang. Ketenangan batin, kejernihan pikiran, dan semangat beribadah akan tumbuh dari disiplin ini, menjadikan kita para pejuang istiqomah yang lebih ringan langkahnya dalam menyebarkan cinta Rasulullah SAW.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an โ€” klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Ketika Melepaskan Justru Menyelamatkan: Cermin Pilihan Hidup Nabi Musa

08 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.