Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Ketika Lidah Anak Berkata Kasar: Apakah Hati Kita Telah Terluka?

Jam 7 malam, usai makan malam yang seharusnya tenang, tiba-tiba terdengar teriakan. Anak Anda, yang tadi siang masih penuh tawa, kini melontarkan kata-kata kasa...

Ketika Lidah Anak Berkata Kasar: Apakah Hati Kita Telah Terluka?
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam 7 malam, usai makan malam yang seharusnya tenang, tiba-tiba terdengar teriakan. Anak Anda, yang tadi siang masih penuh tawa, kini melontarkan kata-kata kasar kepada adiknya hanya karena rebutan mainan. Seketika, hati terasa perih, dada sesak. Bukan hanya karena terkejut, tapi juga karena muncul pertanyaan pahit: โ€œDari mana ia belajar kata-kata itu? Apa yang salah dengan didikan saya?โ€ Rasa bersalah dan khawatir bercampur aduk, membayangkan masa depan sang anak jika kebiasaan lisan ini terus berlanjut.

Keresahan ini bukan sekadar masalah adab, melainkan cerminan dari sebuah luka yang lebih dalam, baik pada anak maupun pada diri kita sendiri sebagai orang tua. Lisan, dalam pandangan tasawuf, adalah gerbang hati. Apa yang terucap, baik atau buruk, adalah manifestasi dari apa yang bersemayam di dalam jiwa. Imam Al-Ghazali, dalam Ihyaโ€™ Ulumuddin, begitu detail menjelaskan bahaya lisan dan bagaimana ia bisa menjadi sumber segala kerusakan jika tidak dikendalikan. Beliau mengibaratkan lisan sebagai pedang bermata dua: bisa membangun kedamaian, bisa pula menghancurkan.

Maka, ketika anak kita melontarkan kata-kata kasar, ini bukan hanya tentang 'memarahi' atau 'melarang' secara instan. Lebih dari itu, ini adalah sinyal untuk kita merenung: adakah kegersangan di hati yang tanpa sadar kita tularkan? Atau mungkin, lingkungan yang tanpa filter telah meracuni pendengarannya? Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita untuk selalu menjaga perkataan, bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga sebagai bentuk takwa. Sebagaimana firman-Nya:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุง

โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar (baik).โ€ (QS. Al-Ahzab: 70)

Ayat ini bukan hanya perintah, melainkan panduan fundamental bahwa kualitas lisan kita adalah indikator ketakwaan. Mengajarkan anak menjaga lisan berarti menanamkan fondasi takwa sejak dini. Ini adalah tugas mulia yang memerlukan kesabaran dan keteladanan. Rasulullah SAW, teladan kita yang sempurna, selalu mengajarkan kebaikan lisan. Beliau bersabda:

Baca Juga

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุคู’ู…ูู†ู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ุขุฎูุฑู ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูˆู’ ู„ููŠูŽุตู’ู…ูุชู’

โ€œBarangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.โ€ (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menyoroti hubungan erat antara iman dan lisan. Jika kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan iman yang kokoh, kita harus membimbing mereka untuk memilih kata-kata yang baik, atau memilih diam jika tak ada kebaikan dalam perkataan. Ini adalah prinsip yang diajarkan oleh para ulama salaf, seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam Madarijus Salikin, bahwa amal lisan yang paling utama adalah dzikir dan perkataan yang bermanfaat, sementara perkataan buruk adalah racun bagi hati.

Maka, bagaimana kita mewujudkan ini dalam keseharian? Bukan dengan omelan, tapi dengan pembinaan hati yang berkelanjutan. Ajak anak untuk merasakan keindahan sholawat, yang secara perlahan akan melembutkan lisan dan hati mereka. Ajak mereka tadarus Al-Qur'an, agar telinga mereka terbiasa mendengar kalamullah yang penuh hikmah, bukan kata-kata kotor. Ini adalah langkah kecil yang konsisten, tanpa tekanan atau janji berlebihan, murni pembinaan mahabbah kepada Rasulullah SAW dan kecintaan pada kalam Ilahi. Sebab, lisan yang basah dengan sholawat dan Al-Qur'an akan sulit untuk melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Ini adalah gerakan sholawat tanpa syarat, yang berawal dari hati dan berujung pada keindahan akhlak.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an โ€” klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.