Al-Qur'an & Tafsir Rujukan Redaksi

Mengapa Anak Enggan Dekat Al-Qur'an Meski Dipaksa Sejak Dini?

Jam tujuh malam, setelah seharian beraktivitas, kamu mencoba membujuk si kecil untuk membuka Iqra' atau Al-Qur'an. 'Ayo nak, cuma sebentar,' katamu. Tapi yang a...

Mengapa Anak Enggan Dekat Al-Qur'an Meski Dipaksa Sejak Dini?
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam tujuh malam, setelah seharian beraktivitas, kamu mencoba membujuk si kecil untuk membuka Iqra' atau Al-Qur'an. 'Ayo nak, cuma sebentar,' katamu. Tapi yang ada malah rengekan, mata sayu, atau bahkan penolakan terang-terangan. Hati terasa perih, bukan? Kita merasa gagal, padahal niatnya mulia: ingin anak mencintai kalamullah, menjadi generasi yang dekat dengan petunjuk-Nya. Namun, mengapa upaya tulus ini seringkali berujung pada kelelahan batin, baik bagi orang tua maupun sang anak?

Dalil

Allah SWT berfirman:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Artinya: Kitab (Al-Qur’an) ini petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 2)

Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya: Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya. (HR. Bukhari, no. 5027)

Keresahan ini seringkali berakar pada sebuah kesalahpahaman mendasar tentang *tarbiyah* (pendidikan) dalam Islam. Kita mungkin tanpa sadar menempatkan Al-Qur'an sebagai sebuah 'tugas' yang harus diselesaikan, sebuah daftar kewajiban yang jika tidak terpenuhi akan mendatangkan dosa atau cela. Padahal, esensi Al-Qur'an adalah rahmat, cahaya, dan penenang jiwa. Ketika pendekatan kita terlalu kaku, menuntut, atau bahkan disertai ancaman, kita justru menciptakan jarak emosional antara anak dengan Kitab Suci itu.

Baca Juga

Ketika Al-Qur'an di Tangan, Tapi Hati Jauh dari Ketenangan

Imam Al-Ghazali, dalam mahakaryanya *Ihya' Ulumuddin*, berulang kali menekankan bahwa pendidikan jiwa harus dimulai dengan penanaman *mahabbah* atau kecintaan. Beliau mengingatkan bahwa hati anak adalah lahan yang suci, siap menerima benih apa pun yang ditanamkan. Jika benih yang ditanam adalah ketakutan atau paksaan, maka buahnya pun akan berupa keengganan. Sebaliknya, jika yang ditanam adalah cinta, kelembutan, dan keindahan, maka hati akan tumbuh merindukannya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan bukan untuk menyusahkan hamba-Nya.

مَا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ

(QS. Taha: 2) “Kami tidak menurunkan Al-Qur'an kepadamu agar kamu menjadi susah.” Ayat ini adalah pengingat mendalam bagi kita, para orang tua, bahwa jika proses pengenalan Al-Qur'an terasa memberatkan atau menyusahkan bagi anak, mungkin ada yang perlu direfleksikan dari cara kita mendekat. Al-Qur'an seharusnya menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan, bukan beban yang memicu konflik.

Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam mendidik, terutama anak-anak. Beliau tidak pernah memaksa, melainkan menanamkan nilai-nilai dengan penuh kasih sayang, contoh nyata, dan kelembutan yang menyentuh hati. Ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani, yang bunyinya:

أدِّبُوا أولادَكُم على ثلاثِ خصالٍ : حُبِّ نبيِّكُم ، وحُبِّ أهلِ بيتِهِ ، وقراءةِ القرآنِ

“Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai Nabimu, mencintai ahli baitnya, dan membaca Al-Qur'an.” Perhatikan urutannya; kecintaan kepada Rasulullah SAW dan keluarga beliau diletakkan sebagai fondasi, baru kemudian membaca Al-Qur'an. Ini mengisyaratkan bahwa *mahabbah* adalah kunci pembuka hati untuk menerima dan mencintai Al-Qur'an.

Maka, bagaimana kita menumbuhkan cinta ini? Mulailah dari diri kita sendiri. Anak-anak adalah peniru ulung. Jika kita sendiri menjadikan Al-Qur'an sebagai sahabat di kala suka dan duka, sebagai penenang hati di kala lelah, anak akan melihat dan merasakannya. Bacakan Al-Qur'an dengan suara merdu sebelum mereka tidur, ajak mereka mendengarkan tilawah bersama, ceritakan kisah-kisah inspiratif dari para Nabi dan Rasul yang termaktub di dalamnya. Jadikan Al-Qur'an bagian dari keindahan dan kehangatan keluarga, bukan sekadar buku pelajaran yang harus dihafalkan atau dibaca dengan terpaksa.

Menumbuhkan kecintaan anak pada Al-Qur'an adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, kelembutan, dan istiqomah. Ini adalah pembinaan hati, bukan lomba kecepatan. Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an, menjadi teladan yang nyata bagi generasi penerus. Kita belajar istiqomah dalam langkah kecil yang konsisten, tanpa tekanan, tanpa janji berlebihan, dan tanpa ajang pamer jumlah — murni pembinaan hati yang dilandasi *mahabbah*.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Al-Qur'an & Tafsir

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Ketika Melepaskan Justru Menyelamatkan: Cermin Pilihan Hidup Nabi Musa

08 Jul 2026
Al-Qur'an & Tafsir

Mengapa Ilmu Makin Banyak, Tapi Hidup Makin Kehilangan Arah?

07 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.