Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Mengapa Nikmat Sehat Sering Terlupa Hingga Tubuh Memberi Tanda?

Pernahkah kamu terbangun pagi dengan tubuh yang terasa berat, kepala berdenyut, dan semangat yang entah ke mana, namun tetap memaksakan diri bekerja? Mungkin no...

Mengapa Nikmat Sehat Sering Terlupa Hingga Tubuh Memberi Tanda?
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Pernahkah kamu terbangun pagi dengan tubuh yang terasa berat, kepala berdenyut, dan semangat yang entah ke mana, namun tetap memaksakan diri bekerja? Mungkin notifikasi email kantor sudah menumpuk, atau tenggat proyek yang tak bisa ditawar. Kita seringkali memandang tubuh ini sebagai mesin, alat untuk mencapai target, baru menyadari betapa berharganya 'mesin' itu saat ia mulai 'mogok'. Rasa lelah yang menumpuk, sakit kepala yang tak kunjung reda, atau nyeri punggung yang kronis, seringkali kita abaikan demi tuntutan hidup yang seolah tak pernah usai. Hingga akhirnya, tubuh benar-benar menyerah, dan barulah penyesalan itu datang.

Kondisi ini, di mana kita baru menghargai sesuatu setelah kehilangannya, adalah cerminan kelalaian yang mendalam. Kita sibuk mengejar apa yang belum ada, lupa mensyukuri apa yang sudah ada. Kesehatan, seringkali dianggap sebagai status 'normal' atau 'default', sehingga kehadirannya tak terasa istimewa. Padahal, ia adalah modal utama untuk setiap gerak, setiap ibadah, dan setiap upaya kita di dunia ini. Tanpa kesehatan, bahkan niat paling mulia pun bisa terhambat, apalagi aktivitas duniawi yang penuh tantangan.

Rasulullah SAW, dengan hikmahnya yang tak terbatas, telah mengingatkan kita tentang dua nikmat yang seringkali kita lalaikan. Beliau bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ


“Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya, yaitu kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari). Hadits ini bukan sekadar informasi, melainkan sebuah peringatan tajam. Kita 'tertipu' karena tidak menggunakan kedua nikmat ini sebaik-baiknya, atau bahkan tidak menyadarinya sama sekali hingga keduanya pergi.

Baca Juga

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

Lantas, bagaimana kita bisa keluar dari 'penipuan' ini? Kuncinya ada pada rasa syukur yang mendalam, bukan sekadar ucapan lisan. Imam Al-Ghazali dalam kitabnya *Ihya' Ulumuddin* menjelaskan bahwa syukur yang hakiki adalah menggunakan nikmat yang diberikan Allah SWT untuk ketaatan kepada-Nya. Artinya, mensyukuri kesehatan bukan hanya dengan mengucapkan 'alhamdulillah' saat kita sehat, tapi dengan menggunakan tubuh yang sehat ini untuk beribadah, menolong sesama, mencari ilmu, dan melakukan kebaikan yang diridai Allah SWT. Jika kesehatan justru dipakai untuk maksiat atau hal yang sia-sia, itu adalah bentuk kufur nikmat, bukan syukur.

Maka, mari kita renungkan. Setiap tarikan napas, setiap langkah kaki, setiap detak jantung adalah anugerah yang tak ternilai. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa istiqomah dalam beribadah, seperti melantunkan sholawat dan mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an. Kedua amalan ini, selain mendekatkan diri kepada Rasulullah SAW dan Allah SWT, juga menjadi penawar bagi kelelahan batin dan kegelisahan jiwa yang seringkali menyerang di tengah hiruk pikuk kehidupan. Sholawat menenangkan hati, sedangkan Al-Qur'an menuntun jiwa pada jalan kebenaran dan kedamaian, membantu kita menjaga kesehatan mental dan spiritual agar tubuh fisik juga tetap kuat berjuang. Allah SWT berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'.” (QS. Ibrahim: 7). Ayat ini menegaskan bahwa syukur adalah kunci keberkahan dan penambahan nikmat, termasuk nikmat kesehatan itu sendiri.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.