Renungan Mahabbah Rujukan Redaksi

Mengapa Semakin Banyak Belanja, Hati Justru Terasa Hampa?

Jam sembilan malam, notifikasi e-commerce berkedip lagi di layar ponsel. Ada diskon, ada produk baru yang 'wajib' dimiliki. Kamu merasa lelah setelah seharian b...

Mengapa Semakin Banyak Belanja, Hati Justru Terasa Hampa?
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam sembilan malam, notifikasi e-commerce berkedip lagi di layar ponsel. Ada diskon, ada produk baru yang 'wajib' dimiliki. Kamu merasa lelah setelah seharian bekerja, dan seolah-olah, satu klik 'beli' akan membawa sedikit pelipur lara. Barang datang, sesaat ada kebahagiaan, tapi tak lama kemudian, kegelisahan yang sama kembali menyergap. Bahkan, terkadang diikuti beban pikiran baru: tagihan kartu kredit atau rasa bersalah karena pengeluaran yang tidak perlu. Pernah merasakan lingkaran ini?

Fenomena ini bukan sekadar masalah keuangan, melainkan cermin dari kelelahan batin yang mendalam. Kita hidup dalam pusaran konsumsi yang tak berujung, di mana kebahagiaan seolah diukur dari apa yang kita miliki, bukan dari apa yang kita rasakan. Hati yang tadinya berharap menemukan ketenangan lewat kepemilikan, justru mendapati dirinya semakin gersang, terperangkap dalam dahaga yang tak pernah terpuaskan. Inilah 'fatigue konsumsi', sebuah kondisi di mana pengejaran materi justru menguras energi spiritual.

Dalam kacamata hikmah, kegelisahan ini adalah isyarat. Sebuah tanda bahwa hati kita sedang mencari sumber kebahagiaan yang lebih abadi. Imam Al-Ghazali, dalam Ihya' Ulumuddin, seringkali mengingatkan bahwa nafsu adalah kuda liar yang jika tak terkendali, akan menyeret pemiliknya ke jurang kehancuran, baik di dunia maupun akhirat. Beliau mengajarkan bahwa kekayaan sejati bukanlah pada banyaknya harta, melainkan pada kemerdekaan hati dari belenggu nafsu dan ketergantungan pada dunia.

Al-Qur'an sendiri telah memberikan peringatan tegas tentang bahaya pemborosan dan berlebihan. Allah SWT berfirman:

وَآتِ ذَا ٱلۡقُرۡبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلۡمِسۡكِينَ وَٱبۡنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرۡ تَبۡذِيرًا ۝ إِنَّ ٱلۡمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخۡوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيۡطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا

“Dan berikanlah kepada kerabat dekat haknya, (demikian pula) kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra': 26-27). Ayat ini bukan sekadar larangan, melainkan petunjuk untuk menjaga keseimbangan dan menyalurkan rezeki pada jalannya, agar hati tidak dikuasai oleh keinginan yang berlebihan.

Baca Juga

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

Maka, kunci ketenangan bukan pada penambahan, melainkan pada pengurangan dan penyucian hati. Rasulullah SAW bersabda:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ، وَرُزِقَ كَفَافًا، وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya qana'ah (merasa cukup) dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim). Hadits ini menggambarkan kebahagiaan hakiki: bukan pada jumlah harta, melainkan pada hati yang menerima dan merasa cukup dengan karunia Allah. Inilah esensi qana'ah, sebuah konsep tasawuf yang mengajarkan bahwa kekayaan sejati ada di dalam jiwa, bukan di rekening bank atau tumpukan barang.

Ketika hati kita dipenuhi dengan mahabbah kepada Rasulullah SAW dan kedekatan dengan Al-Qur'an, keinginan untuk terus-menerus mencari pemuasan materi akan berangsur sirna. Sholawat dan tadarus Al-Qur'an adalah dua jalan utama untuk membina hati agar lebih tenang, lebih bersyukur, dan lebih merdeka dari belenggu dunia. Keduanya menuntun kita pada kesadaran bahwa kebahagiaan sejati ada pada koneksi spiritual, bukan pada konsumsi yang tak berujung.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Renungan Mahabbah

Nabi Ibrahim Menatap Bintang: Kisah Bapak Para Nabi Mencari Wajah Tuhan

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Kebahagiaan yang Menunggu Sesuatu Selalu Datang Terlambat?

04 Aug 2026
Renungan Mahabbah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Renungan Mahabbah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.