Akhlak & Tazkiyah Rujukan Redaksi

Ujub: Racun Hati di Balik Kilau Kesuksesan yang Melenakan

Jam 11 malam, notifikasi bonus masuk lagi, ditambah kabar proyek besar yang berhasil kamu menangkan. Semua berjalan sesuai rencana, bahkan melebihi ekspektasi. ...

Ujub: Racun Hati di Balik Kilau Kesuksesan yang Melenakan
Himbauan redaksi

Artikel ini disusun sebagai bahan bacaan dan rujukan awal. Untuk kajian akademis, pembaca disarankan mencocokkan dalil, kutipan, dan istilah dengan sumber primer atau pembimbing keilmuan yang terpercaya.

Jam 11 malam, notifikasi bonus masuk lagi, ditambah kabar proyek besar yang berhasil kamu menangkan. Semua berjalan sesuai rencana, bahkan melebihi ekspektasi. Namun, anehnya, di tengah semua pencapaian itu, hati terasa makin berat, seolah ada beban tak kasat mata yang ikut naik bersama angka di rekening. Ada bisikan halus yang mengagungkan dirimu sendiri, membandingkan diri dengan mereka yang 'kurang beruntung', dan perlahan merenggangkan ikatan batin dengan Dia Yang Maha Memberi. Pernahkah kamu merasakan fenomena ini?

Fenomena ini, dalam khazanah tasawuf, dikenal dengan istilah ujub: sebuah penyakit hati yang muncul ketika seseorang mengagumi diri sendiri atas suatu kebaikan atau keberhasilan yang ia lakukan, tanpa menyandarkan sepenuhnya pada karunia Allah SWT. Berbeda dengan sombong (kibr) yang memandang rendah orang lain, ujub lebih fokus pada pengagungan diri, meskipun seringkali menjadi pintu gerbang menuju kesombongan. Imam Al-Ghazali, dalam mahakaryanya Ihya' Ulumuddin, menguraikan bahwa ujub adalah akar dari banyak kerusakan spiritual, sebab ia membutakan hati dari melihat hakikat bahwa segala kekuatan dan keberhasilan adalah murni anugerah Ilahi.

Ketika hati terjangkit ujub, kita mulai merasa bahwa pencapaian kita adalah hasil murni dari kecerdasan, kerja keras, atau kehebatan kita semata. Kita lupa bahwa setiap langkah, setiap ide, setiap energi yang kita miliki adalah pinjaman dari Allah SWT. Padahal, Allah SWT telah mengingatkan kita dalam firman-Nya:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Terjemahan: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

Ayat ini menegaskan bahwa sikap membanggakan diri dan kesombongan adalah sifat yang dibenci Allah SWT. Ujub, meski lebih halus dari kesombongan, adalah benihnya. Ia mengikis rasa syukur, mematikan empati, dan pada akhirnya menjauhkan kita dari hakikat kehambaan. Ibnu 'Athaillah As-Sakandari dalam Al-Hikam mengajarkan bahwa keberadaan karunia dan nikmat seharusnya semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT, bukan justru menumbuhkan rasa kepemilikan dan kebanggaan pada diri sendiri.

Baca Juga

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

Maka, bagaimana kita bisa menjaga hati dari racun ujub di tengah derasnya arus kesuksesan? Kuncinya adalah istiqomah dalam mengingat Allah SWT dan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Terjemahan: “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi.” (HR. Muslim)

Hadits ini adalah pengingat keras bahwa kesombongan, sekecil apa pun, dapat menghalangi kita dari rahmat Ilahi. Sholawat dan tadarus Al-Qur'an adalah benteng yang kokoh. Dengan bersholawat, kita menanamkan cinta kepada Rasulullah SAW, figur yang paling agung namun paling rendah hati. Dengan tadarus Al-Qur'an, kita terus-menerus diingatkan akan kebesaran Allah SWT dan kerendahan diri kita sebagai hamba. Keduanya adalah latihan pembinaan hati (mahabbah) yang membersihkan jiwa dari kotoran ujub, mengembalikan kesadaran bahwa semua adalah dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.

Gabung pejuang istiqomah: Bersama komunitas AlFatihRPS, mari rutin setor sholawat dan menyempatkan tadarus Al-Qur'an — klik di sini untuk mulai setor sholawat atau baca Al-Qur'an bersama.

Bagikan Artikel
Arsip Bacaan

Jelajahi tulisan lainnya

18 pilihan
Akhlak & Tazkiyah

Kaum yang Memahat Gunung Jadi Istana, Tapi Hancur oleh Satu Suara

20 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kaum Aad Bertanya: Siapa yang Lebih Kuat dari Kami?

20 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Cinta yang Tidak Menawar: Kenapa Sholawat Justru Dimulai dari Nol?

19 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

950 Tahun Berdakwah, Segelintir yang Percaya: Rahasia Istiqomah Nabi Nuh

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi yang Diangkat ke Tempat Tinggi: Rahasia Nabi Idris yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Nabi Adam Terjatuh, Lalu Menemukan Pintu: Rahasia Taubat yang Sering Kita Lupakan

15 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Teknologi Melesat, Kenapa Batin Bangsa Ini Terasa Makin Tertinggal?

13 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Anak Zaman Ini Mudah Cemas Meski Hidup Tampak Nyaman?

11 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Rezeki Seret Karena MBG, atau Karena Adab Kita pada Nikmat?

10 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Pikiran Makin Ramai Saat Hati Ingin Tenang?

10 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Kenapa Beban Riba Terasa Tak Punya Jalan Pulang?

09 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Sekolah Mahal: Apa yang Diajarkan Perjalanan Nabi Musa?

09 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Ketika Melepaskan Justru Menyelamatkan: Cermin Pilihan Hidup Nabi Musa

08 Jul 2026
Akhlak & Tazkiyah

Mengapa Ilmu Makin Banyak, Tapi Hidup Makin Kehilangan Arah?

07 Jul 2026
Disclaimer

Catatan penggunaan rujukan AlFatihRPS

Artikel di AlFatihRPS disusun sebagai bahan bacaan, pengingat, dan pintu awal menuju kajian yang lebih tertib. Untuk keputusan hukum, fatwa, atau kajian akademis mendalam, pembaca tetap dianjurkan mencocokkan dalil dan penjelasan dengan guru, pembimbing, atau sumber primer yang terpercaya.

Home Doa Kategori Al-Qur'an Member

Pilih Kategori

Navigasi Artikel

AKTIVITAS JAMAAH baru saja
Memuat...

Live Statistik

Realtime
Sholawat Hari Ini ...
Khatam Quran ...
Jadwal Sholat Sidoarjo --
SUBUH
--:--
DZUHUR
--:--
ASHAR
--:--
MAGHRIB
--:--
ISYA
--:--
Logo AlFatihRPS

Instal Portal AlFatihRPS

Pasang aplikasi untuk akses cepat artikel, komunitas, dan fitur lainnya langsung dari HP Anda.