Di AlFatihRPS, kita percaya bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW dimulai dari hal-hal kecil yang kita rawat dengan istiqomah — termasuk wudhu, gerbang pertama sebelum kita menghadap Allah SWT dalam sholat. Banyak dari kita sudah berwudhu sejak kecil, tapi kadang lupa detail penting: niat yang tepat, urutan yang benar, atau sunnah-sunnah yang menyempurnakannya. Berikut panduan lengkapnya.
Niat Wudhu
Niat dilakukan dalam hati, bersamaan saat membasuh wajah. Beberapa lafal niat yang bisa dipilih:
ููููููุชู ุฑูููุนู ุงูุญูุฏูุซู ููููู ุชูุนูุงููู
Nawaytu raf'al hadatsi lillāhi ta'ālā — "Saya berniat mengangkat hadats kecil karena Allah Ta'ala"
ููููููุชู ููุฑูุถู ุงูููุถูููุกู ููููู ุชูุนูุงููู
Baca Juga
Batasan Aurat dan Adab Berpakaian dalam Islam
Nawaytu fardhal wudhū'i lillāhi ta'ālā — "Saya berniat melakukan wudhu yang wajib karena Allah Ta'ala"
Enam Rukun Wudhu (Wajib)
- Niat
- Membasuh wajah
- Membasuh kedua tangan hingga siku
- Mengusap sebagian kepala
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
- Tertib (urut sesuai urutan di atas)
Urutan Lengkap (Wajib + Sunnah)
- Bersiwak
- Membaca basmalah
- Membasuh kedua tangan
- Berkumur 3x
- Menghirup air ke hidung (istinsyaq) 3x
- Niat dalam hati bersamaan membasuh wajah
- Membasuh wajah 3x
- Membasuh tangan hingga siku 3x
- Mengusap sebagian kepala 3x, lalu menyapu seluruh kepala
- Menyapu kedua telinga 3x
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki 3x
- Membaca doa setelah wudhu sambil menghadap kiblat
Doa Setelah Wudhu
ุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅูููู ุฅูููุง ุงูููููู ููุญูุฏููู ููุง ุดูุฑูููู ููููุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ู
ูุญูู
ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณูููููู
Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū
"Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah SWT Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."
Mari rawat wudhu kita sebaik mungkin, sebagai langkah awal istiqomah bersama AlFatihRPS — Pelopor Gerakan Sholawat Tanpa Syarat.
Sumber: Disarikan dari Busyral Karim bi Syarhi Masa'ilit Ta'lim (Abdullah Bafadhal Al-Hadhrami) dan I'anatut Thalibin (Sayyid Bakri), sebagaimana dihimpun NU Online.